SELAMAT DATANG DI BLOG DESA KLAMPIS BARAT

Friday, February 2, 2018

Ada Apa Dengan Tong Saritong?

Ada Apa Dengan Tong Saritong?

            Berburu sejarah di Klampis Barat rasanya tak ada habisnya. Salah satu tempat bersejarah yang wajib diketahui adalah tong saritong. Tempat ini merupakan tempat yag dikeramatkan oleh warga desa Klampis Barat dan beberapa warga diluar. Berdasarkan cerita tong saritong  merupakan kuburan kepala kambing yang didapatkan di pasar.
Cerita ini  awalnya dituturkan bapak Syehri. Konon, sekitar tahun 1988 tepatnya tanggal 5 Ramadhan sang bapak ini mimpi bertemu seorang Syekh. Pada masa itu kira-kira usia bapak Syehri ini sekitar 15 tahun. Pada mimpinya Syekh mengetuk pintu dan mengucapkan salam kepadanya. Kemudian salam tersebut dijawab. Syekh berpesan jika bapak Syehri diamanahkan untuk menjaga kuburan kepla kambing. Pada saat itu sang Syekh mengungkapkan kata tong-saritong hingga akhirnya diberilah nama tempat tersebut demikian.

Sejak saat itu, bapak Syehri mulai merawat dan memberikan pagar di sekitar tempat yang dimaksudkan dalam mimpi. Hingga akhirnya banyak masyarakat yang percaya jika ingin bernadzar dapat membrikan sedekah ketempat itu. Nadzar yang dimaksudkan warga beraneka macam, ada yang ingin meminta rizki, anak-anak yang akan naik kelas, atau nelyan yang ingin berlayar.
Bentuk pemenuhan nadzar tersebut dengan memberikan bunga dan dupa disekitar tong saritonng. Selain itu yang menjadikan acara ini unik adalah warga yang bernadzar menaburkan uang sebagai bentuk sedekah. Uang tersebut akan diperebutkan oleh warga, baik anak-anak atau dewasa. Biasanya yang disedekahkan berikisar seratus atau duaratus ribu. Uang  yang disebar berupa logam atau kertas. Wajarnya permohonan nadzar, biasanya warga membawa tumpeng atau rasul. Tumpeng itu dibawa ke rumah kiyai Sayyib yang dianggap tetua daerah.
Tong sarotong tentu tidak lepas dari kepercayaan dan fenomena. Misalknya saja jika ada sound system yang diletakkan disana tidak akan berbunyi. Kadang juga terdapat warga yang sakit panas gara-gara lewat tanpa mengucapkan salam. Akan tetapi hal ini tidak berlaku bagi warga yang memang tidak mengetahui keberadaan tong saritong. Terlepas dari semua itu, hal ini tetaplah berkaitan dengan keprcayaan. Setiap daerah memiliki cerita. Setiap kisah indah untuk diabadikan. Lalu apakah anda tertarik untuk mengunjungi tong?. (Khr/17/01)
Share this article

0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © 2014 Klampis Barat - Bangkalan • All Rights Reserved.
Template Design by BTDesigner • Powered by Blogger
back to top