SELAMAT DATANG DI BLOG DESA KLAMPIS BARAT

Friday, January 26, 2018

Petis Asin, Klampis Barat Punya


Petis Asin, Klampis Barat Punya


Berkunjung ke pulau garam tidak lengkap rasanya jika tidak membawa buah tangan petis. Petis memang sudah sangat akrab di lidah warga Indonesia. Jenisnya yang beragam juga membuat petis mampu menemani makanan dengan segala bentuk. Ada petis kupang, petis hitam Jawa, dan juga petis Madura. Akan tetapi apakah kita pernah terfikir untuk melihat dan mengetahui langsung cara pembuatan petis? Jika 'iya' rasanya cocok sekali jika bermain-main ke Klampis Barat.
Petis Klampis Barat terkenal asin, berbeda dengan petis di daerah Bangkalan. Sebenarnya asin atau tidaknya petis dapat dilihat dari jenis ikan yang digunakan. Di Klampis Barat sendiri jenis ikan yang digunakan ada dua, tongkol dan kabhen. Sehingga hasil petis yang didapatkan terasa asin. Petis dibuat dari sari pati ikan hasil penggodokan. Awalnya penjual ikan melakukan penggodokan ikan tongkol atau kabhen untuk dijual ke pasar besar di Surabaya. Hasil ikan yang matang dijual dan sari patinya dibuatlah petis.
Pembuat petis seperti ibu Hj. Syahrida biasanya membeli sari pati ikan pindang dengan harga dua puluh ribu rupiah. Cara memgolah petis sendiri sebenarnya dapat dipelajari. Awalnya sari pati tadi diaduk dan diberi campuran petis Pamekasan. Produsen petis harus mengaduknya hingga teksturnya padat dan warnanya biasanya keemasan atau hampir mendekati hitam. Waktu pengadukan bergantung tekstur tersebut. Kadang kala dapat memghabiskan waktu seharian penuh. Setelah itu didiamkan sebentar untuk di pack ke dalam botol-botol kecil.
Petis Klampis Barat bisa didapatkan dengan harga 15.000 untuk ukuran botol aqua besar atau hanya dengan 6.000 untuk satu botol kecil. Harga tersebut menyesuaikan jenis botol pack yang digunakan. Akan tetapi hingga saat ini penjualannya hanya berkisar pada warga setempat saja. Jadi industri rumahan ini belum mampu merambah pada suplaier dalam ranah yang besar. Hal ini berdampak pada ketidak menentuan pembuatan petis. Satu bulan produsen seperti ibu Hj. Syahrida kadang hanya satu atau dua kali produksi. Jadi sangat tidak bisa dipastikan. Akan tetapi tidak usah khawatir. Jika tidak bisa melihat secara langaung proses pembuatan petis setidaknya mampu membawa buah tangan oleh-oleh khas Madura.
Banyak orang yang bingung dan beranggapan bahwa petis Madura hanya bisa digunakan untuk rujak. Padahal si asin ini cocok untuk segala macam cocolan. Jadi konsumen dapat berkreasi memadukan makanan diruamh sendiri. Bisa untuk cocol krupuk, siomay, campuran sambal dan lain sebagainya. (Khr/14/01)



Share this article

0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © 2014 Klampis Barat - Bangkalan • All Rights Reserved.
Template Design by BTDesigner • Powered by Blogger
back to top