SELAMAT DATANG DI BLOG DESA KLAMPIS BARAT

Thursday, August 4, 2016

Kondisi Demografis

A. KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA

Sama halnya dengan penduduk pesisir lainnya, pemetaan bangunan di Desa Klampis Barat juga sangat padat. Rumah warga saling berdempetan satu sama lain. Lahan jalan banyak yang digunakan oleh warga sebagai lapak dagangan makanan dan minuman ringan, sehingga menambah sesak jalan yang sudah cukup sempit. Namun demikian, hal itu memiliki dampak positif terhadap kehidupan sosial warga Desa Klampis Barat. Rapatnya kondisi bangunan, berbanding lurus dengan tingkat interaksi antar warga. Kondisi ini juga berimbas pada rasa tolong menolong antar warga yang terjalin dengan erat.

Warga Desa Klampis barat akan berduyun membantu tetangganya yang tengah tertimpa musibah seperti kematian atau sedang memiliki hajatan seperti pesta penikahan. Menurut penuturan seorang warga, pesta pernikahan di Desa Klampis Barat umumnya dilaksanakan selama tiga hari. Hari pertama akan didominasi oleh kaum perempuan untuk memperisapkan berbagai bahan suguhan pada pesta pernikahan nanti. Hari kedua digunakan sebagai pemasangan tarop atau tenda dan berbagai dekorasi pesta, ini merupakan pekerjaan kaum laki-laki. Sedangkan hari ketiga adalah puncaknya, yang merupakan acara resepsi pernikahan. Selain itu, sebagian warga yang mampu biasanya memberikan hiburan berupa orkes dan grup lawak pada pesta pernikahannya. Budaya semacam itu, selain menunjukkan bahwa warga Desa Klampis Barat masih memegang teguh budaya leluhur juga bukti bahwa tingkat kekeluargaan dan interaksi sosial antar warga terjalin erat.

Kehidupan budaya di desa ini juga terpengaruh oleh agama yang dianut oleh mayoritas warga yaitu agama Islam. Agama Islam yang berarti keselamatan menimbulkan beberapa budaya yang dianggap oleh masyarakat sebagai kebiasaan yang wajib dilakukan. Seperti budaya malam jum’atan dengan menebar aroma kemenyan di sekitar rumah yang diyakini dapat memberikan keselamatan bagi penghuni rumah serta sebagai perantara do’a kepada keluarganya yang sudah meinggal. Jadi jangan heran jika setiap hari kamis sore menjelang malam, aroma kemenyan akan menguar dari rumah-rumah warga.

Selain itu juga ada budaya rokat tase’ yang biasanya dirayakan tiap tahun sekali. Budaya rokat tase’ ini dilaksanakan di sekitar laut Klampis Barat sebagai bentuk harapan kepada Tuhan agar laut Klampis Barat tetap aman dan terhindar dari musibah. Selain itu, dengan adanya rokat tase’ warga berharap hasil tangkapan laut mereka meningkat sehingga taraf ekonomi warga juga terangkat. Tapi karena pergolakan politik yang tak kunjung reda serta biaya yang harus dikeluarkan yang tak biasa dikatakan sedikit, budaya rokat tase’ sudah dua tahun ini tidak diselenggarakan.

B. KEHIDUPAN EKONOMI

Kehidupan ekonomi penduduk Desa Klampis Barat sebagian besar bergantung pada hasil laut, berdagang dan hasil perantauan. Wilayah Klampis Barat yang secara geografis terletak di tepi laut berpengaruh pada profesi warganya sebagai nelayan. Hasil tangkapan laut yang diperoleh warga berbeda di setiap dusunnya, diantaranya ikan tongkol, rajungan, kepiting, dan sebagainya. Tapi hasil dari melaut dirasa kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga ibu rumah tangga terpaksa terjun untuk meningkatkan pendapatan guna menutup kebutuhan yang tidak mampu dipenuhi oleh upah suami dengan berdagang makanan dan minuman kecil di halaman rumah. 
 
Sementara itu, para pemuda desa banyak yang merantau ke luar kota bahkan ke luar negeri karena di Desa Klampis Barat sendiri masih kekurangan lapangan pekerjaan. Hal ini didukung oleh anggapan penduduk Desa Klampis Barat yang merasa kehidupan ekonomi akan lebih baik apabila merantau. Lebih mirisnya lagi, pemuda yang merantau kebanyakan telah bergelar sarjana yang semestinya bisa turut mengembangkan potensi desa dan menciptakan lapangan pekerjaan baru sehingga Desa Klampis Barat bisa berkembang ke arah yang lebih baik.
Share this article

0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © 2014 Klampis Barat - Bangkalan • All Rights Reserved.
Template Design by BTDesigner • Powered by Blogger
back to top