SELAMAT DATANG DI BLOG DESA KLAMPIS BARAT
FAJAR PESISIR PANTAI KLAMPIS BARAT

Pagi yang Indah, Langit Berwarna

Pesona Pantai

Pesona Pantai Di Desa Klampis Barat

Ikan Asap

Warga Desa Klampis Barat sedang mengasap ikan

Ikan Kering

Ikan Kering hasil Olahan Warga Desa Klampis Barat

Petis Klampis Barat

Hasil Olahan Home Production UD. Bersaudara Klampis Barat

Monday, August 8, 2016

Berburu Kerang

Anak ini terlihat tengah asik mencari kerang dipesisir laut yang terletak tidak jauh dari rumahnya. Desa Klampis Barat, Kecamatan Klampis, Bangkalan, ya disitulah tempatnya. Pemandangan seperti ini sangat menarik perhatian kami para peserta kkn yang tengah bertugas dan kala itu sedang berjalan-jalan mengitari pesisir diminggu sore. 

Fairuz, nama anak kecil yang sedang asyik mencari kerang seakan tak lagi menghiraukan bau amis dari kerang. Cara mencari kerang ternyata tidak sesulit yang kita pikirkan. Hanya berbekal kayu kecil, galihlah bagian pasir hingga terlihat lubang-lubangnya mengeluarkan gelembung udara. Dipastikan didalamnya terdapat kerang sedang bersembunyi yang masih hidup.

Kegiatan ini biasa dilakukan pada saat air sedang surut, ketika cuaca air teduh dan air surut sampai menjelang maghrib. Setelah terkumpul kerang satu plastik hitam yang dibawanya, ia pun bergegas pulang. Terkadang Fairuz sering lupa waktu ketika sudah asyik nyongkel pasir berbatu. Apalagi ketika mencari kerangnya bersama dengan teman-temannya. Kerang dipesisir ini tidak begitu melimpah sehingga warga desa tidak menjadikan kerang sebagai matapencaharian.
read more...

Saturday, August 6, 2016

Ada Makam Ditengah Laut

Makam ditengah laut ini menjadi pendongkrak sejarah Dusun Makam, Desa Klampis Barat, Kecamatan Klampis. Makam ini adalah makam Syekh Hasan Husein yang diyakini warga merupakan orang sakti dari Timur tengah yang wafat didesa ini. Sebelumnya makam tidak terletak ditengah laut, melainkan di utara kecamatan yaitu jalan parambhuyan dihalaman salah satu rumah warga. Maka dari itu terkadang warga desa menyebut makam Syekh Hasan Husein sebagai Makam Bhujuk parambhuyan. Lalu suatu hari warga desa mengadakan musyawarah untuk memindahkan makam habib tersebut ke tengah laut.
Bangungan Makam Syeich Husein

Makam yang terletak didusun degan potensi ikan asap ini diketahui keberadaannya sebelum Indonesia merdeka. Sekitar tahun 2000-an para warga desa bergotong-royong memindahkan makam ketengah laut dan dibentuk bangunan seperti sebuah rumah. Tradisi seperti Rokat Tase’ yaitu perayaan tahunan yang masih ada sebagai rasa syukur para warga akan penghasilan laut dan tradisi sesajen yang ditaruh dimakam Syekh Hasan Husein. 
Semakin banyaknya habib-habib dari luar yang berdatangan untuk berziarah, para warga berencana akan membangun jembatan menuju makam agar memudahkan peziarah ketika air laut pasang. Dari sedikit cerita ini mengajarkan kita bagaimana menghargai sejarah dan mejaga budaya yang sudah ada. (mila)
Makam Syeich Husein

read more...

Ketika Sumber Air Tak Lagi Dekat

Warga Desa Mengambil Air dari Sumber
Sedikit cerita mengenai krisis air ini diangkat dari fakta nyata kehidupan masyarakat pesisir yang terletak di Desa Klampis Barat, Kecamatan Klampis, Bangkalan. Daerah kering ini sulit untuk mendapatkan air bersih dan tawar, padahal jumlah penduduk cukup banyak dan bekerja sebagai nelayan. Penghasilan yang tak menentu untuk kebutuhan sehari-hari para nelayan, mereka juga terbebani untuk pengeluaran membeli air isi ulang untuk diminum. Sedangkan untuk memasak, penduduk desa mengandalkan air dari sumur yang terletak disamping balai kecamatan.

“Jangankan air untuk minum, air tawar untuk mandi dan mencuci saja kami kesulitan,” kata ibu syarmi, warga desa Klampis Barat. Tak banyak mengeluh dan hanya mampu bersyukur masih ada sumber air bersih yang bisa digunakan untuk kehidupan sehari-hari. Ibu-ibu penduduk desa ini memang terkenal pekerja keras. Mereka berjuang sendiri utuk mendapatkan air bersih demi keluarga sedangkan suami mereka pergi mencari nafkah sebagai nelayan.
Beruntunglahlah kita yang tinggal dizona “nyaman” dimana kebutuhan apapun mudah diperoleh. Namun hal yang terpenting adalah bagaimana cara kita untuk menghargai perjuangan mereka yang hidup didaerah yang mengalami kesulitan seperti halnya krisis air. Hematlah air bersih mulai dari sekarang. (mila)
read more...

Friday, August 5, 2016

Pelatihan Pengemasan Produk

Pengemasan Ikan Asin KLAMPISH
Pengemasan merupakan ujung tombak dari penjualan suatu produk. Dengan desain unik dan variasi bentuk kemasan mampu mendongkrak penjualan produk. Selain itu terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan pada kemasan seperti pendaftaran BPOM dan pendaftaran logo halal.
Beberapa produk dari potensi desa yang ditemukan di Klampis Barat yaitu ikan yang diolah menjadi ikan kering, ikan asap, dan ikan asin yang dijual tanpa adanya merk dan kemasan yang masih sangat sederhana. Setelah mengadakan sosialisasi dan pelatihan pengemasan pada tanggal 21-22 Juli 2016 di dusun Makam dan Palteker Desa Klampis Barat terlihat sangat bersemangat dari masayarakat sekitar. Diharapkan untuk hasil pengolahan ikan selanjutnya dikemas dan dipasarkan dengan harga lebih mahal agar menambah nilai ekonomi nelayan dan ibu rumah tangga yang biasanya mengolah ikan-ikan hasil tangkapan nelayan setempat. (mila)

Warga Mengemas Ikan Asin


Pelatihan Pengemasan Produk Ikan dan Nugget Ikan

read more...

Pelatihan Pembuatan Nugget Ikan Klampish


Pelatihan Pembuatan Nugget Ikan Klampish
Nugget ikan merupakan suatu olahan produk makanan yang terbuat dari campuran sayuran, tepung, ikan, telur, dll. Disamping mempunyai rasa yang lezat, mudah dibuat, nugget ikan juga bermanfaat untuk meningkatkan pertumbuhan otak. Beberapa ikan yang dapat dijadikan campuran nugget yaitu ikan tenggiri, ikan tongkol, dan ikan kakap. Hampir semua jenis ikan dapat digunakan yaitu ikan yang berdaging putih.

Pelatihan ini dilaksanakan pada hari senin s/d rabu (18-19 Juli 2016) dirumah warga didusun Karanganyar Klampis Barat dengan tujuan agar warga mampu mendapatkan penghasilan tambahan, mampu memproduksi dan mendistribusi nugget ikan, mengembangkan potensi desa Klampis Barat, menjadikan nugget sebagai makanan khas oleh-oleh desa Klampis Barat serta melatih warga untuk berwirausaha berbagai macam olahan ikan.

Proses Penggorengan Nugget Ikan Klampish
Sasaran yang ditujukan dalam program kerja ini yaitu ibu rumah tangga yang sehari-hari memproduksi berbagai olahan ikan dengan cara yang sederhana dan memiliki keinginan untuk maju dalam berwirausaha. Sehingga dapat membantu pendapatan dan menambah lapangan pekerjaan bagi warga. (mila)
read more...

Thursday, August 4, 2016

Mengabdi Demi Anak Bangsa

Foto Bersama Murid Kelas 3
Bukan guru yang menggurui, tapi disini tempat berbagi ilmu dan saling belajar mengabdi diligkungan Sekolah Dasar. Kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa mampu bersosialisasi dengan masyarakat serta mampu mengikuti perkembangan ilmu pendidikan dan teknologi setempat serta mengetahui kondisi secara nyata pembelajaran di Sekolah Dasar.

Kegiatan “Mengabdi Demi Anak Bangsa” ini dilaksanakan di SDN Klampis Barat selama seminggu (30 Juli-6 Agustus 2016) mulai dari jam 07.00 wib sampai 12.00 wib. Beberapa kegiatan mengajar dibagi sesuai dengan kemampuan, seperti menjadi guru matematika, Bahasa Indonesia, PKN, dan lainnya. Tidak hanya itu, beberapa juga menjadi pendamping persiapan siswa siswi dalam lomba melukis, paduan suara, dan MTQ. Tujuan kegiatan ini yaitu agar para siswa siswi yang akan mengikuti lomba lebih mempersiapkan diri dan mendapatkan hasil yang memuaskan. 

Proses Belajar Mengajar
Bermain dan Belajar
Tidak hanya pada saat jam sekolah saja, sore hari juga disediakan tempat untuk dilaksanakannya bimbingan belajar diBalai Kecamatan Klampis. Semangat yang terlihat dari sikap antusies para siswa-siswi disini sangat nampak mereka ingin tahu dan ingin belajar. Sebagian dari mereka terdapat beberapa anak yang belum bisa membaca dan menghitung. Dengan penuh kesabaran, sedikit demi sedikit mereka dapat mengikuti dan bisa membaca. Selain itu SDN Klampis Barat juga mendapatkan kejuaraan untuk lomba melukis dan paduan suara. Dengan adanya kegiatan ini semoga untuk kedepannya sekolah ini lebih maju dan lebih banyak lagi medapatkan prestasi.
read more...

Kondisi Demografis

A. KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA

Sama halnya dengan penduduk pesisir lainnya, pemetaan bangunan di Desa Klampis Barat juga sangat padat. Rumah warga saling berdempetan satu sama lain. Lahan jalan banyak yang digunakan oleh warga sebagai lapak dagangan makanan dan minuman ringan, sehingga menambah sesak jalan yang sudah cukup sempit. Namun demikian, hal itu memiliki dampak positif terhadap kehidupan sosial warga Desa Klampis Barat. Rapatnya kondisi bangunan, berbanding lurus dengan tingkat interaksi antar warga. Kondisi ini juga berimbas pada rasa tolong menolong antar warga yang terjalin dengan erat.

Warga Desa Klampis barat akan berduyun membantu tetangganya yang tengah tertimpa musibah seperti kematian atau sedang memiliki hajatan seperti pesta penikahan. Menurut penuturan seorang warga, pesta pernikahan di Desa Klampis Barat umumnya dilaksanakan selama tiga hari. Hari pertama akan didominasi oleh kaum perempuan untuk memperisapkan berbagai bahan suguhan pada pesta pernikahan nanti. Hari kedua digunakan sebagai pemasangan tarop atau tenda dan berbagai dekorasi pesta, ini merupakan pekerjaan kaum laki-laki. Sedangkan hari ketiga adalah puncaknya, yang merupakan acara resepsi pernikahan. Selain itu, sebagian warga yang mampu biasanya memberikan hiburan berupa orkes dan grup lawak pada pesta pernikahannya. Budaya semacam itu, selain menunjukkan bahwa warga Desa Klampis Barat masih memegang teguh budaya leluhur juga bukti bahwa tingkat kekeluargaan dan interaksi sosial antar warga terjalin erat.

Kehidupan budaya di desa ini juga terpengaruh oleh agama yang dianut oleh mayoritas warga yaitu agama Islam. Agama Islam yang berarti keselamatan menimbulkan beberapa budaya yang dianggap oleh masyarakat sebagai kebiasaan yang wajib dilakukan. Seperti budaya malam jum’atan dengan menebar aroma kemenyan di sekitar rumah yang diyakini dapat memberikan keselamatan bagi penghuni rumah serta sebagai perantara do’a kepada keluarganya yang sudah meinggal. Jadi jangan heran jika setiap hari kamis sore menjelang malam, aroma kemenyan akan menguar dari rumah-rumah warga.

Selain itu juga ada budaya rokat tase’ yang biasanya dirayakan tiap tahun sekali. Budaya rokat tase’ ini dilaksanakan di sekitar laut Klampis Barat sebagai bentuk harapan kepada Tuhan agar laut Klampis Barat tetap aman dan terhindar dari musibah. Selain itu, dengan adanya rokat tase’ warga berharap hasil tangkapan laut mereka meningkat sehingga taraf ekonomi warga juga terangkat. Tapi karena pergolakan politik yang tak kunjung reda serta biaya yang harus dikeluarkan yang tak biasa dikatakan sedikit, budaya rokat tase’ sudah dua tahun ini tidak diselenggarakan.

B. KEHIDUPAN EKONOMI

Kehidupan ekonomi penduduk Desa Klampis Barat sebagian besar bergantung pada hasil laut, berdagang dan hasil perantauan. Wilayah Klampis Barat yang secara geografis terletak di tepi laut berpengaruh pada profesi warganya sebagai nelayan. Hasil tangkapan laut yang diperoleh warga berbeda di setiap dusunnya, diantaranya ikan tongkol, rajungan, kepiting, dan sebagainya. Tapi hasil dari melaut dirasa kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga ibu rumah tangga terpaksa terjun untuk meningkatkan pendapatan guna menutup kebutuhan yang tidak mampu dipenuhi oleh upah suami dengan berdagang makanan dan minuman kecil di halaman rumah. 
 
Sementara itu, para pemuda desa banyak yang merantau ke luar kota bahkan ke luar negeri karena di Desa Klampis Barat sendiri masih kekurangan lapangan pekerjaan. Hal ini didukung oleh anggapan penduduk Desa Klampis Barat yang merasa kehidupan ekonomi akan lebih baik apabila merantau. Lebih mirisnya lagi, pemuda yang merantau kebanyakan telah bergelar sarjana yang semestinya bisa turut mengembangkan potensi desa dan menciptakan lapangan pekerjaan baru sehingga Desa Klampis Barat bisa berkembang ke arah yang lebih baik.
read more...
 
Copyright © 2014 Klampis Barat - Bangkalan • All Rights Reserved.
Template Design by BTDesigner • Powered by Blogger
back to top