SELAMAT DATANG DI BLOG DESA KLAMPIS BARAT
MENIKMATI SORE DI PESISIR PANTAI KLAMPIS BARAT

Sore yang Indah, Langit Berwarna

Pesona Pantai

Pesona Pantai Di Desa Klampis Barat

Ikan Asap

Warga Desa Klampis Barat sedang mengasap ikan

Ikan Kering

Ikan Kering hasil Olahan Warga Desa Klampis Barat

Petis Klampis Barat

Hasil Olahan Home Production UD. Bersaudara Klampis Barat

Friday, February 2, 2018

Bergerak, Indahkan Pesisir


Bergerak, Indahkan Pesisir

            Pesisir termasuk salah satu wilayah paling potensial sebagai penyedia kekayaan bahari. Tidak hanya sekedar menyuguhkan keindahan alam, namun segala sumber daya alam yang ada di daerah pesisir juga dapat dieksploitasi secara berkelanjutan.Bagi daerah pesisir dengan lingkungan yang padat pemukiman, besar kemungkinan adanya kerusakan alam. Salah satu penyebabnya yaitu kebiasaan membuang sampah secara langsung ke laut. Dari yang terlihat, sebenarnya aktifitas tersebut memang sangat sepele. Namun jika kebiasaan itu terus dilakukan dalam jangka panjang, maka berbagai dampak yang ditimbulkan bisa menjadi sangat serius. Selain memperkeruh air laut, organisme di dalamnya juga akan kehilangan habitatnya sehingga menimbulkan penurunan hasil tangkapan laut.
Bersih-bersih pesisi pantai bersama warga

            Seperti halnya desa Klampis Barat. Desa dengan tingkat perekonomian menengah keatas tersebut juga menjadi daerah dengan tingkat penghasil sampah yang sangat tinggi. Penduduk terus menerus membuang sampah ke bantaran sungan dan laut karena mereka beranggapan bahwa semua sampah itu akan terbawa arus ombak. Namun, timbunan sampah yang sangat banyak kemudian terkubur di permukaan pasir. Sehingga pada saat air laut surut, sampah-sampah itu akan terlihat dan sangat mengganggu pemandangan.
            Tepat pada hari minggu (28/01), tim KKN 18 memutuskan untuk melakukan aksi pembersihan sampah pesisir. Kegiatan tersebut kemudian diberi nama “REDAM Pesisir”, yang merupakan kependekan dari Reduksi Sampah Pesisir. Aksi ini bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup yang menyediakan armada truk pengangkut sampah.Kegiatan besar tersebut juga berhasil melibatkan puluhan siswa SD dan beberapa warga setempat. Mereka cukup antusias mengambil semua sampah di pesisir pantai, termasuk semua sampah yang terkubur di pasir.
            Menjelang siang, hampir seluruh permukaan pesisir telah bersih dari sampah. Sebagai hasilnya, aksi tersebut memberikan sedikit ruang pada permukaan pantai. Siswa SD memanfaatkan waktu mereka dengan bermain pasir dan air di tepi laut. mereka tidak lagi terhalang oleh sampah yang berserakan.Dengan adanya kegiatan ini, tim KKN tidak hanya terfokus pada kebersihan pesisir, namun juga upaya memupuk rasa gotong royong antar warga yang mayoritas merupakan orang-orang induvidualis.
Truk sampah DLH

REDAM ini diharapkan bukan hanya menjadi kegiatan pertama dan terakhir. Selanjutnya diharapkan terdapat kegiatan serupa yang secara langsung melibatkan warga mengambil andil secara langsung. Sehingga wilayah jangkauan yang dibersihkan bukan hanya laut namun juga sungai-sungai serta gorong-gorong warga. Wilayah pesisir identik dengan sampah dan bau amis. Jadi bukankah lebih elok jika pesisir dapat bersih dan indah tanpa sampah dengan kegiatan REDAM disetiap minggunya. (Septy/28/01)

read more...

DLH Menyambangi Klampis Barat

DLH Menyambangi Klampis Barat


   DLH atau lebih dikenal dengan Dinas Lingkungan Hidup akhirnya menemui warga di lapangan pada hari Jumat (26/01) tepatnya di depan gardu tong-saritong Klampis Barat, kecamatan Klampis, Bangkalan. Kedatangan DLH ini bukan tanpa alasan. Dinas ini hadir langsung ditengah-tengah masyarakat dalam rangka penyuluhan lingkungan, utamanya terkait permasalahan dan tata kelola sampah. Hingga saat ini, warga memang menjadikan laut sebagai tempat pembuangan sampah akhir. Selain lebih dekat dengan permukiman, membuang sampah ke laut dirasa cukup mudah. Tinggal dibuang dan malam harinya sampah-sampah itu akan hanyut terbawa ombak.
  Mengatasi masalah sampah bukanlah hal yang mudah, terlebih saat kebiasaan tersebut sudah mendarah daging bagi warga. Penyuluhan yang dihadiri sekitar 58 warga ini dimulai tepat pukul 14.00 WIB. Warga terlihat cukup berantusias mendengarkan materi yang disampaikan Bapak Eko selaku staf bidang kebersihan Dinas Lingkungan Hidup. Beberapa warga juga terlihat meninggikan suaranya dengan jargon-jargon bersemangat, pertanda ingin membuat perubahan di Klampis Barat.
    Dinas lingkungan hidup memaparkan bahwa sangat perlu dibuat TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dan TPS (Tempat Pembuangan Sementara) di Klampis Barat. Hal ini merupakan PR bersama warga terutama para aparatur desa. Pemateri juga menjelaskan teknik pengolahan sampah dengan 3R (Reduce, Reuse,Recycle) serta solusi penanganan sampah dengan cara bank sampah dan komposter.       

   Materi disampaikan dalam dua bahasa, Madura dan Indonesia karena mayoritas adalah warga lansia. Pemahaman tentang sampah ini dirasa perlu diberikan kepada warga. Melihat kondisi laut di Klampis Barat yang didiami banyak sampah, baik organik, non orgnik, ataupun anorganik. Jika air surut maka, terlihatlah laut dengan beraneka jenis sampah. Dengan adanya sambangan dari DLH ini, diharapkan wargu mampu merenungi, berfikir, dan bertindak mengatasi permasalahan sampah yang serius. Bagaimana, apakah sudah siap tanggulangi masalah sampah sejak dalam diri sendiri? (Khr/28/01) 
read more...

Sehari Berbagi, Sehari Menginspirasi

Sehari Berbagi, Sehari Menginspirasi

Kelas inspirasi di SDN Klampis Barat

   Pendidikan merupakan salah satu sasaran penting perbaikan kualitas sumberdaya manusia. Di Klampis Barat sendiri, pendidikan juga sudah bisa dibilang cukup memadai. Banyak anak yang mengenyam bangku pendidikan. Sayangnya, anak-anak tersebut belum mampu membangun mimpinya sehingga tidak tahu akan kemana tujuan hidup selanjutnya. Mayoritas anak laki-laki berkeinginan melanjutkan profesi ayahnya, berlayar. Sebagian yang lain banyak yang masih mengambang.
  Acara ini merupakan kegiatan kelas inspirasi yang dilakukan di SDN Klampis Barat yang merupakan salah satu agenda KKN 18. Selama satu hari para mahasiswa berbagi ilmu, pengalaman, dan motivasi kepada anak-anak sekolah dasar. Dengan berbagai permainan bernilai edukasi yang sejenak dapat melupakan lelahnya dijejali banyak materi. Sebanyak 102 siswa berkumpul, yang terdiri atas kelas 4,5, dan 6 sekolah dasar. 
  Cita-cita siswa sangat berpengaruh bagi keberlangsungan hidup selanjutnya. Pada acara Kelas Inspirasi kali ini, siswa diajak lebih dekat menyelami potensi dan keinginan diri. Dengan menuliskan cita-cita pada selembar awan berwarna, mereka menempelkan cita-cita tersebut pada selembar karton putih yang menandakan bahwa hati mereka yang bersih. Hati tersebut  akhirnya dipenuhi banyak harapan sebagai spirit kedepan. Pada kertas tersebut nampak berbagai macam harapan dimasa depan siswa. Secara berdesakan dan sedikit dorong-mendorong, siswa berantusias menempelkan mimpinya, misalnya guru, pelayar, polisi, perawat, dan banyak potensi lain berjajar rapi.
    Kelas Inspirasi ini juga sedikit menyinggung dan mengenalkan siswa tentang apa itu sampah dan dampak-dampaknya. Siswa diberi penjelasan sederhana tentang pentingnya mempertahankan ekosistim laut. Laut adalah destinasi utama yang harus dijaga. Terlebih bagi mereka anak-anak pantai yang sejak dini perlu dibentuk memiliki jiwa cinta lingkungan. (Khr/28/01) 
read more...

GALERI FOTO DESA

Menikmati sore diklampis barat

Pesona Laut Klampis Barat

Makam Tengah Laut

Rokat Tase'


Tong Saritong


Perahu hias saat rokat tase'

read more...

Ada Apa Dengan Tong Saritong?

Ada Apa Dengan Tong Saritong?

            Berburu sejarah di Klampis Barat rasanya tak ada habisnya. Salah satu tempat bersejarah yang wajib diketahui adalah tong saritong. Tempat ini merupakan tempat yag dikeramatkan oleh warga desa Klampis Barat dan beberapa warga diluar. Berdasarkan cerita tong saritong  merupakan kuburan kepala kambing yang didapatkan di pasar.
Cerita ini  awalnya dituturkan bapak Syehri. Konon, sekitar tahun 1988 tepatnya tanggal 5 Ramadhan sang bapak ini mimpi bertemu seorang Syekh. Pada masa itu kira-kira usia bapak Syehri ini sekitar 15 tahun. Pada mimpinya Syekh mengetuk pintu dan mengucapkan salam kepadanya. Kemudian salam tersebut dijawab. Syekh berpesan jika bapak Syehri diamanahkan untuk menjaga kuburan kepla kambing. Pada saat itu sang Syekh mengungkapkan kata tong-saritong hingga akhirnya diberilah nama tempat tersebut demikian.

Sejak saat itu, bapak Syehri mulai merawat dan memberikan pagar di sekitar tempat yang dimaksudkan dalam mimpi. Hingga akhirnya banyak masyarakat yang percaya jika ingin bernadzar dapat membrikan sedekah ketempat itu. Nadzar yang dimaksudkan warga beraneka macam, ada yang ingin meminta rizki, anak-anak yang akan naik kelas, atau nelyan yang ingin berlayar.
Bentuk pemenuhan nadzar tersebut dengan memberikan bunga dan dupa disekitar tong saritonng. Selain itu yang menjadikan acara ini unik adalah warga yang bernadzar menaburkan uang sebagai bentuk sedekah. Uang tersebut akan diperebutkan oleh warga, baik anak-anak atau dewasa. Biasanya yang disedekahkan berikisar seratus atau duaratus ribu. Uang  yang disebar berupa logam atau kertas. Wajarnya permohonan nadzar, biasanya warga membawa tumpeng atau rasul. Tumpeng itu dibawa ke rumah kiyai Sayyib yang dianggap tetua daerah.
Tong sarotong tentu tidak lepas dari kepercayaan dan fenomena. Misalknya saja jika ada sound system yang diletakkan disana tidak akan berbunyi. Kadang juga terdapat warga yang sakit panas gara-gara lewat tanpa mengucapkan salam. Akan tetapi hal ini tidak berlaku bagi warga yang memang tidak mengetahui keberadaan tong saritong. Terlepas dari semua itu, hal ini tetaplah berkaitan dengan keprcayaan. Setiap daerah memiliki cerita. Setiap kisah indah untuk diabadikan. Lalu apakah anda tertarik untuk mengunjungi tong?. (Khr/17/01)
read more...

Ada Makam Tengah Luat di Klampis Barat

Ada Makam Tengah Luat di Klampis Barat

Tradisi lisan atau kerap kali dikenal dengan foklor memang sudah tidak asing lagi bagi bangsa Indonesia. Pada zaman dahulu sebelum terdapat alat komunikasi, masyarakat menggunakan komunikasi verbal dalam menyebarkan informasi. Hal tersebut berdampak pada tidak seragamnya informasi yang didapatkan. Masyarakat menerima informasi baik berupa cerita atau sejarah secara tidak utuh karena bukti yang tidak ada. Perristiwa ini juga berlaku bagi kisah asal-usul makam atau buju’. Terdapat berbagai versi dalam penceritannya berdasarkan sumber yang berbeda.


Dari beberapa versi tersebut, didapatkan satu versi yang dirasa memiliki data-data yang kuat. Dikisahkan, dahulu ditemukan mayat yang terapung tepat didaerah yang saat ini dijadikan sebagai makam. Mayat tersebut tidak dapat dikenali bentuk wajahnya. Satu-satunya bukti yang menjadi penguat jenis kelaminnya adalah rambutnya yang panjang. Masyarakat mengira bahwa rambut panjang tersebut menunjukkan bahwa dia adalah perempuan. Sejak saat itu diberilah nama buju’ prambuyen. Prambuyen dalam bahasa Madura bermakna perempuan.
Pada suatu ketika, sekitar tahun 2005 terdapat seorang guru berikut murid-muridnya yang melakukan Riyadah. Setelah dilihat ternyata diketahuilah bahwa sebenarnya mayat tersebut laki-laki. Setelah dilihat, sang mayat terdapat keturunan dari suanan Bonang, seorang wali dari Tuban. sebenarnya banyak versi nama yang hadir pada guru dan murid-muridnya. Akan tetapi lebih banyak yang mengatakan bahwa mayat  tersebut bernama Syekh Husain. Akhirnya disepakatilah buju’  tersebut dengan nama buju’ Sayyid Husain.
Penamaan buju’prambuyenpun dihapuskan. Konon katanya terdapat kapal besar yang entah terseret ombak atau angin dan akhirnya terbalik. Salah satu korbannya adalah Syekh Husain yang terdampar tepat di Klampis Barat.
Makam tersebut awalnya berada di darat, namun berdasarkan kesepakatan warga yang menunjukkan bahwa dulu jasadnya ditemukan tepat dipemakaman yang sekarang. Akhirnya dibangunlah buju’ ditengah laut. Buju’ tersebut dapat diziarahi saat air mulai surut, biasanya pada pagi hari. Jika dalam kondisi terpaksa, maka bisa kesana denngan menggunakan perahu. Hingga saat ini pembangunan buju’ masih dibilang belum sempurna. Dalam beberapa tahun kedepan akan diagendakan pembangunan buju’ tersebut dan akan menjadi agenda tiga tahun sekali selamatan disana. (Khr/28/01)

read more...

Friday, January 26, 2018

GALERI FOTO KEGIATAN

Foto dengan pemateri DLH
Truk Pengangkut Sampah DLH

Foto dengan LPPM UTM

Demo produk olahan ikan yang dibuat somai & kerupuk

Kelas Inspirasi

Redam (Reduksi Sampah Klampis Barat)

REDAM (Reduksi Sampah Klampis Barat)
Demo Kerupuk & Somai dari ikan
Kelas Inspirasi

Kelas Inspirasi
Reduksi Sampah Pesisir Desa Klampis Barat
Pekan Kreasi
Pelatihan Jurnalistik

read more...
 
Copyright © 2014 Klampis Barat - Bangkalan • All Rights Reserved.
Template Design by BTDesigner • Powered by Blogger
back to top